Entri Populer

Kamis, 19 Juni 2014

Story Of Kampung Buku Makassar

Pada hari sabtu 22 februaru 2014 saya mengikuti pertemuan magang pertama yang bertempat di Kampung Buku, jl. Abdul Dg. Sirua. Sebelum menuju ke sana kami semua berkumpul di kampus pukul 14.00 wita, walaupun cuaca kurang mendukung kami tetap berangkat ke Kampung Buku dengan harapan mendapat banyak ilmu dan pelajaran di sana.
Sesampainya di Kampung Buku banyak dari kami peserta magang yang heran dan kebingungan, mungkin karena apa yang mereka bayangkan tentang Kampung Buku tidak sseperti kenyataannya. Kampong Buku sendiri merupakan Rumah sekaligus Perpustakaan di mana terdapat banyak buku-buku yang terpajang di teras maupun  di dalam rumah.
Salah satu pengelola dari Kampung Buku yaitu Kak Jimpe (Anwar Jimpe) sekaligus pemilik rumah menjadi pemateri kami. Kak Jimpe yang menjadi pemateri pada waktu itu memberikan kami banyak informasi yang bermanfaat mengenai sejarah kampong Buku. Kampong buku sendiri lahir dari penerbitan Inninawa. Penerbitan ininnawa sempat dililit utang pada tahun 2005 sehingga penerbitan tidak dapat berjalan, setelah melewati berbagai kendala tepatnya pada tahun 2011 penerbit Ininnawa mengalami kemajuan dan dapat bangkit dari keterpurukan maka terbentuklah sebuah komunitas pecinta literasi-literasi salah satunya ialah kampong buku itu sendiri.
Buku-buku yang terdapat di kampong buku tidak hanya di beli tetapi kebanyakan buku yang terdapat di kampong buku didapat melalui sumbangan-sumbangan. Sebagai perpustakaan tentu saja di sana terdapat banyak buku yang dapat di baca maupun di bawah pulang dengan memiliki kartu anggota, dan setiap anggota hanya diperbolehkan meminjam 2 buku dalam satu minggu dengan biaya 5.000/buku, tentu saja tariff tersebut sesuai dengan apa yang di dapat, selain itu uang yang didapat dari sewa buku tersebut dikumpulkan dan dibelikan buku untuk menambah literasi di kampong buku.
Kak jimpe sendiri merupakan lulusan dari Hubungan Internasional FISIP, Unhas dan sekarang menjadi penulis dan penerjemah di penerbitan Ininnawa. Penulis merupakan pekerjaan yang dipilih oleh Kak Jimpe karena menurutnya, penulis merupakan pekerjaan yang santai dan tidak memiliki batas waktu untuk mengumpulkan informasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar